Rabu, 04 Mei 2011

Kalam Allah bukan dengan huruf dan suara, bagaimana dengan Alqur'an???

Wahabi mengatakan:
KAUM As'ariYAH sampai hari ini tetap pengecut untuk mengungkapkan keyakinan
mereka, TUJUANNYA supaya mereka disukai oleh para PENGIKUTNYA. Saya SERING meminta MEREKA untuk menjawab pertanyaan
sederhana: APAKAH KALIMAH ''Alif-Lam Mim KALAM ALLAH BUKAN ?? Mengapa begitu sulit MEREKA untuk mengucapkan di depan umum - keyakinan MEREKA -
YAITU BAHWA Alif-Laam-Mim pada kenyataannya diciptakan dan bahwa Allah tidak pernah mengatakan TEXT YANG ADA DALAM surat-surat ALQUR'AN ?
Karena Anda tidak ingin MEMBUAT shock umat Islam, yang secara bulat percaya bahwa Allah berbicara DENGAN TEXT YG ADA DALAM surat-surat QURAN...!!

JAWABAN :
SEBELUM PADA JAWABAN INTI, Mari kita CONTOHKAN: bahwa Obama BERpidato hari ini DI sebuah konferensi pers DI Gedung Putih. Kemudian wartawan menuliskan apa yang dikatakan OBAMA dan di publikasikan di Washington Post dengan judul Sekarang "Obama Speech.", KEMUDIAN ADA seseorang datang dan berkata, "Ini bukan Pidato OBAMA ! Ini hanya kertas
dan tinta " , Apakah Anda
menganggap UCAPAN orang ini masuk akal !? Tentu saja Anda MENGATAKAN: tidak !!! Mengapa??? Mari kita lihat DULU konsep pidato dan arti dari KATA "pidato" dalam contoh ini.
Jika kita membayangkan
peristiwa seputar konferensi pers, kita dapat membayangkan bahwa sebelumNYA bahkan SEBELUM mengatakan apa pun, Obama SUDAH punya sesuatu di hatinya YANG ingin IA katakan. SESUATU YANG ADA DI HATINYA ini AKAN terekspresikan PADA pidato yang AKAN IA PERBUAT. Ini ARTI KATA' pidato', seperti yang baru saja kita PAPARKAN, ketika kita mengatakan " pidato yang AKAN ia PERbuat," INI BUKAN huruf DAN suara, Sebaliknya INI adalah kumpulan makna YANG KEMUDIAN DI ekspresikan DENGAN KATA-KATA, DENGAN PENJELASAN DI ATAS, MAKA Kata-kata, hanya koleksi suara yang merujuk pada makna DI HATI yang ingin kita ekspresikan.
NAH KEMUDIAN kita MElihat koleksi kata-kata yang disatukan dalam kalimat oleh seseorang, MAKA ITU TETAP SEBAGAI "pidatonya," WALAU PUN di terjemahkan ke bahasa lain DAN bahkan ORANG INI tidak MEMAHAMINYA. Jadi jika pidato Obama DI Terjemahkan ke Bahasa Arab, kita masih akan
menyebutnya ini ADALAH PIDATO-NYA, karena mengacu pada makna
awal BAHWA PERNYATAAN ITU berdasarkan PADA makna YANG ingin IA Sampaikan, yang MANA merupakan KUMPULAN MAKNA DI hati-Nya, "Obama Speech.".

Kata "pidato" kemudian, sedikitnya MEMILIKI dua ARTI: Yang pertama adalah pidato dalam diri kita, yang merupakan makna YANG ADA dalam diri, YANG INGIN kita ungkapkan.
Ke dua adalah ekspresi YANG KELUAR dari KUMPULAN MAKNA DI hati DENGAN kata-kata dan huruf, atau bahkan DENGAN bahasa tubuh.

Alasan mengapa ekspresi disebut "pidatonya"?? karena EKSPRESI ADALAH bentuk PeRnyataAN dari apa yang ingin DI Katakan, yang KELUAR DARIPADA pidato batinnya.
Para As'ariyyAH tidak mengatakan bahwa Al-Qur'an BUKAN KALAM / FIRMAN Allah, Mereka mengatakan itu adalah FIRMAN ATAU KALAM Allah, yang MAKSUDNYA ADALAH bahwa AYAT Al-Qur'an mengacu pada KALAM / FIRMAN Allah YANG QODIM (KALAM NAFSI ), yang bukan TERDIRI DARI huruf dan suara.

"Al-Qur'an" itu, memiliki dua makna. Yang pertama adalah KALAM / FIRMAN Allah YANG merupakan SIFATNYA YANG QODIM ( abadi ), yang BUKAN huruf, suara atau
bahasa, dan tidak berurutan.
Yang kedua adalah TULISAN dalam mushaf, yang merupakan ekspresi dalam bahasa Arab dari apa yang dikatakan OLEH Allah DALAM KALAMNYA YANG QODIM ( KALAM NAFSI ).
KITAB QUR'AN ini disebut KALAM Allah,karena merujuk kepada apa yang dikatakan Allah DALAM KALAM QODIM (kekal), ADAPUN ALASAN MENGAPA tidak BOLEH mengatakan bahwa KITAB QURAN itu bukan KALAM Allah ?? karena AKAN MENIMBULKAN PENAFIAN TERHADAP KALAM QODIM (kekal) Allah, HAL INI BUKAN untuk menarik KESAMAAN DENGAN MAHLUK, tetapi untuk tujuan penjelasan: GAMBARANNYA ADALAH kasus di mana Anda mengatakan "bukan pidato Obama," TERHADAP pidato Obama YANG dipublikasikan di Washington Post pada contoh yang TELAH disebutkan di atas. Apa yang Anda pahami DENGAN MENGatakan bahwa Obama tidak mengungkapkan makna DENGAN KATA_KATA YANG diterbitkan, Apalagi jika Anda menambahkan UCAPAN, "Ini hanya kertas dan tinta!" MAKA Anda akan dicap sebagai keledai DUNGU, karena TULISAN ITU BUKAN berarti kertas
atau tinta YANG mengacu pada pidato YANG diterbitkan YAITU "pidato Obama." Melainkan JUGA merujuk ke KUMPULAN makna DI HATINYA yang dinyatakan DENGAN kata dan huruf.

Selanjutnya, pada saat umat Islam MEMEGANG mushaf ke atas dan berkata, "ini adalah KALAM Allah," MAKSUD mereka ADALAH MERUJUK PADA KALAM Allah YANG QODIM (kekal) ATAU KALAM NAFSI, bukan kertas atau tinta.
Itulah sebabnya jika seseorang MENterjemahkan sebuah AYAT dari Al-Qur'an ke Bahasa INDONESIA dan MEnyatakan sebelumNYA:
"Allah berfirman ...." MAKA Orang tidak akan keberatan DENGAN berkata:,"KALAM Allah tidak SEPERTI ITU," kecuali dia tidak setuju dengan terjemahan Atau MAKSUDNYA ADALAH BENTUK ekspresi bahasa Arab dari KALAM QODIM (kekal) Allah, yang dianggap sebagai arti kedua dari kata "Al-
Qur'an," INI merujuk PADA PERKATAAN para ulama BAHWA ALQUR'AN ADALAH sebuah naDħAm-,atau "struktur."
Adapun ketika beberapa
as'ariyyAH kemudian berbicara tentang di perbolehkannya mengatakan "Al-Qur'an
diciptakan (MAHLUK)," ADALAH mengacu pada ekspresi bahasa ArabNYA,
bukan PADA KALAM AllahNYA (KALAM NAFSI). Mereka
mengatakan bahwa pernyataan ini dapat digunakan DALAM MAQOM BELAJAR, SEBAB UTAMAnya adalah karena DENGAN BERJALANNYA WAKTU, AYAT Al-Qur'an YANG merujuk kepada ekspresi KALAM Allah YANG QODIM / kekal ADALAH kata-kata bahasa Arab DAN BERUPA huruf, Mereka takut KETIKA MENGGUNAKAN ungkapan, "Al-Qur'an tidak diciptakan (BUKAN MAHLUK)," AKAN DI FAHAMI OLEH SEBAGIAN ORANG bahwa bahasa Arab tidak diciptakan, DAN FEMAHAMAN SEPERTI INI jauh lebih berbahaya daripada mengatakan "Al-Qur'an
diciptakan (MAHLUQ)," jika BEGITU berarti EKSPRESI BAHASA ARAB / arabic ekspresi (bukan KALAM QODIM (kekal) Allah).

Setelah PENJELESAN ITU MAKA makna keduA AL QURAN adalah HURUF DAN suara, karena ungkapan bahasa Arab memiliki awal dan tidak bisa abadi, MAKA jika BAHARA ARAB tidak kekal, maka MESTI ADA YANG MENetapkan SUSUNAN dan MESTI ADA YANG MENCIPATAKANYA YAITU oleh Allah. Dengan kata lain, BAHASA ARAB pasti di ciptakan. DAN Sisi burukNYA adalah bahwa ungkapan ini MERUPAKAN bidah dalam agama, OLEH SEBAB ITU MENGATAKAN KITAB QUR'AN MAHLUQ ITU terbatas PADA MAQOM MENJELASKAN SAJA, karena ini adalah aturan MAQOM kebutuhan YANG BERLAKU DALAM agama. Artinya, KARENA KEWAJIBAN mencegah keyakinan kufur YAITU bahwa Allah berbicara DENGAN huruf dan suara, MAKA INI jauh lebih penting daripada menghindari BID'AH (inovasi) yang DAMPAKNYA DAPAT MENIMBUL Keraguan.
BEGITU JUGA bahwa huruf Alif di buat.Alasannya adalah bahwa HURUF merupakan simbol abjad mengacu pada suara "BMPK ..."
Semua huruf abjad ditulis SEBAGAI simbol yang merujuk pada suara yang DI buat dengan suara kita.
Tidak mungkin KALAM abadi Allah BERUPA huruf, karena
KALAM-Nya BUKAN TERDIRI DARI suara.
KALAMnya tidak terdengar
karena abadi, dan OLEH SEBAB tidak mempunyai awal, tidak seperti klaim
Wahabi, BAHWA TEXT QURAN KALAM QODIM (kekal). Hal ini
tentu AKAN menyiratkan bahwa TEXT QURAN bukan suara atau huruf.
Alasannya adalah bahwa suara huruf yang membentuk kata PASTI ADA PERmulaAN dan akhirAN. Jadi jika kita berkata dengan suara kita,"bismillaah", maka kita mulai dengan mengucapkan b, maka SETELAH b kemudian mulai i, lalu akhiri
i, dll, yang berarti bahwa KALAM yang terdiri dari huruf dan suara memiliki awal, yakni muncul . Hal ini sekali lagi berarti bahwa ITU diciptakan, karena apa-apa YANG ADA awal PASTI MEMBUTUHKAN PENetapan dalam hal dan BENTUKNYA dan PASTI ADA YANG MENGADAKAN, BERARTI bahasa Arab Itu "DI buat / DI CIPTAKAN." Mengapa Wahabi dalam kebodohaN, dengan mengatakan bahwa KALAM Allah adalah huruf dan suara, ARTINYA mengatakan bahwa itu diciptakan, WALAU PUN mereka tidak tahu itu. Selain itu, dengan menyatakan bahwa KALAM Allah adalah kata-kata dan huruf, mereka telah menyamakan KALAM Nya DENGAN ciptaan / MAHLUK, dan JELAS DALAM Al-Qur'an bahwa Allah tidak menyerupai apapun. Selanjutnya, KALAM DENGAN kata-kata dan huruf, yaitu dengan suara, dan KITA TAU sebenarnya SUARA ADALAH getaran pita suara, dan MERUPAKAN GERAKAN udara di sekitar kita. Keyakinan Wahabi SEPERTI INI TENTANG SIFAT KALAM adalah cabang dari keyakinan mereka bahwa Allah adalah tubuh. Akhirnya, dengan mengklaim bahwa KALAM Allah adalah huruf dan kata, mereka telah mengatakan bahwa KALAM Allah MENGALAMI penundaan.
Alasannya adalah bahwa
informasi DENGAN kata dan huruf berasal dari rangkaian makna YANG TERSUSUN, yang berarti bahwa SEpotong
informasi akan tertunda KETIKA BICARA DGN ORANG-ORANG sebelumnya, dan akan menunda INFORMASI PADA ORANG2 BERIKUTNYA, Ini adalah ketidaksempurnaan, dan SEMUA SIFAT Allah adalah SIFAT YANG sempURNA.

KALAM Allah YANG QODIM / kekal itu sendiri bukan
sesuatu yang dapat DI gambarkan atau DI bayangkan.INTINYA kita mengerti BAHWA Allah memberitahu kita apa yang dikatakan DALAM KALAM QODIM / kekal, dengan KALAM-Nya yang BUKAN huruf, bukan suara, bukan
urutan, tanpa awal atau akhir ...Singkatnya, tanpa bagaimana (modality.) KITA tidak harus merenungkan tentang hal ini, karena realitas KALAM Allah bukanlah sesuatu yang bisa KITA FAHAMI..
WALLAHU A'LAM..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar