Kamis, 19 Mei 2011

Dalil bid'ah hasanah bag: I

DALIL BIDAH HASANAH BAG I

1-Dari aisyah RA,Rasul SAW
bersabda:
ﻣﻦ ﺁﺣﺪﺙ ﻓﻲ ﺁﻣﺮﻧﺎ ﻫﺬﺍ ﻣﺎ ﻟﻴﺲ ﻣﻨﻪ ﻓﻬﻮ ﺭﺩ
:brng siapa mengada-ada dlm urusan kami yg bukan darinya (dari syariat) mk
itu tertolak (HR BUKHORI)
Perhatikan dlm hadis ini ada
kalimat 'bukan darinya',jadi yg tertolak adlh muhdasat yg tdk bersumber dari agama, adapun muhdasat yg bersumber darinya
mk tdk tertolak mafhumnya 'ﻣﻦ ﺍﺣﺪﺙ ﻣﺎ ﻫﻮ ﻣﻨﻪ ﻓﻠﻴﺲ ﻣﺮﺩﻭﺩ.
:BARANG SIAPA YANG MENGADA-ADA SESUATU YANG ADA SUMBERNYA DARI SYARIAT, MAKA TIDAK TERTOLAK..
contoh sepertì menuliskan
ﺻﻠﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ stlh nama ﻣﺤﻤﺪ hal tsbt tdk ada jaman rasul dan para sahabat, lht dlm surat2 Rasul SAW pada Raja2
kafir,cnth surat kpd raja
heraqlus :ﻣﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻲ ﻋﻈﻴﻢ ﺍﻟﺮﻭﻡ:dari muhamad bin abdillah kpda heraqlus pembesar rum (HR BUKHORI bab kaefa ba' dal
wahyi ila rasulillah),bgtu jg surat buat raja kisra dll,tryt kmudian berlaku dikalangan umat islam
menuliskan ﺻﻠﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ stlh nama beliau,mlh orang2 yg suka klaim tdk membuat hal baru dlm agama jg memakainya!!
kenapa perbuatan mereka
bertentangan dgn ucapan
mereka 'stiap yg tdk dilakukan dan tdk ada contohnya adlh bidah sesat pdhl mereka melakukan apa yg mereka larang pada orang lain????

2-Rasul bersabda :ﻣﻦ ﺳﻦ ﻓﻲ ﺍﻵﺳﻼﻡ ﺳﻨﺔ ﺣﺴﻨﺔ ﻓﻌﻤﻞ ﺑﻬﺎ ﺑﻌﺪﻩ ﻛﺘﺐ ﻟﻪ ﻣﺜﻞ ﺁﺟﺮ ﻣﻦ ﻋﻤﻞ ﺑﻬﺎ ﻭﻻﻳﻨﻘﺺ ﻣﻦ ﺁﺟﻮﺭﻫﻢ ﺷﺊ
:brng siapa yg mengadakan dlm islam SUNAH HASANAH lalu diamalkan org yg sesudahnya,mk diberikan
kpdanya pahala sbgaimana
pahala org yg mengerjakan ssudahnya dgn tdk mengurangi sdkt pun..
ﻭﻣﻦ ﺳﻦ ﻓﻲ ﺍﻵﺳﻼﻡ ﺳﻨﺔ ﺳﻴﺌﺔ ﻓﻌﻤﻞ ﺑﻬﺎ ﺑﻌﺪﻩ ﻛﺘﺐ ﻟﻪ ﻣﺜﻞ ﻭﺯﺭ ﻣﻦ ﻋﻤﻞ ﺑﻬﺎ ﻭﻻ ﻳﻨﻘﺺ ﻣﻦ ﺁﻭﺯﺍﺭﻫﻢ ﺷﻲﺀ
:Dan brg siapa mengadakan
dlm islam SUNAH SAYIAH,lalu
diamalkan org sesudahnya,mk diberikan kpdanya dosa seperti dosa org yg mengerjakan ssudahnya dgn tdk dikurangi sdkt
pun dari dosa orang yg
mengerjakannya (HR MUSLIM)
Dlm hadis diatas ada kalimah SUNAH HASANAH DAN SUNAH SAYIAH,kata sunah tdk bs diartikan sunah sahabat atau sunah nabi,krna DALAM REDAKSI HADIS TERSEBUT ada UNGKAPAN SUNAH SAYIAH, ENGga mgkn SUNAH sahabat atau SUNAH nabi ada yg sayiah, jadi makna SUNAH disana adlh sairoh: jalan/amalan, MAKA TERJEMAH HADIS ADALAH: bArANg siapa mengadakan /membuat prakarsa amalan baik DST.. DAN BARANG SIAPA MENGADAKAN PRAKARSA AMALAN buruk..DST..,ini menandakan bhw hal baru (bidah) ada yg hasanah dan ADA YANG sayiah..
MUNgkIn wahabi berkata 'itu kan mengadakan prakarsa baik ktka rasul msh hidup,adapun ktka sudah wafat,mk tdk bisa !!
KITA jawab 'tdk ada PENGhususan kecuali dgn dalil, justru dlm hadis ITU menunjukan sebaliknya krn
Rasul berkata 'fil islam: dalam islam', DAN tdk mengatakan 'fi hayati: ketika aku hidup',dan tdk
pula rasul mengatakan 'amalan yg aku lakukan semasa hidupku', nah
kata fil islam tdk husus zaman Rasul saja, tp islam ADA SAMPAI SEBELUM QIYAMAT.
MUNGKIN MEREKA BERKATA LAGI :'HADIS ITU KAN TENTANG SODAQAH YANG DIKUMPULKAN PARA SAHABAT SEHINGGA TERKUMPUL MAKANAN YANG BANYAK LALU DIBERIKAN PADA ORG2 FAQIR YANG
MENEMUI RASUL, JADI TDK BISA DI MAKNAI SECARA UMUM BOLEH MENGADA2 AMALAN YG TIDAK ADA ZAMAN NABI /
SAHABAT.
KITA JAWAB 'AL IBROH BI UMUMIL LAFDI LA BI KHUSUSI SABAB: YANG DIPAKAI ADALAH MAKNA DARI KEUMUMAN LAFADNYA BUKAN DARI KEHUSUSAN KONTEK SEBABNYA, SEBAGAIMANA DIKATAKAN ULAMA USUL FIQH.

3-FIRMAN ALLAH SWT;DAN KAMI BERIKAN KEPADANYA (ISA AS) INJIL DAN KAMI JADIKAN DALAM HATI ORANG2 YANG MENGIKUTINYA RASA
SANTUN DAN KASIH SAYANG,DAN MEREKA MENGADA-ADAKAN RUHBANIYAH,PADAHAL KAMI TIDAK
MEWAJIBKANNYA PADA
MEREKA,TETAPI (MEREKA SENDIRI YANG MENGADA-ADAKANYA) UNTUK MENCARI KERIDLOAN ALLAH, LALU
MEREKA TIDAK MEMELIHARA DGN SEMESTINYA,MAKA KAMI BERIKAN KEPADA ORANG2 YG BERIMAN DI ANTARA MEREKA PAHALANYA,DAN BYK DIANTARA MEREKA ORANG2 YG FASIQ (QS ALHADID 27)
KETERANGAN ;DALAM AYAT INI TERKANDUNG PUJIAN ALLAH SWT TERHADAP
UMAT NABI ISA AS YG BERIMAN BAHWA MEREKA UMAT YG SANTUN DAN KASIH SAYANG,DAN MEREKA MENGADA-ADA RUHBANIYAH
( MENAHAN SYAHWAT DARI
BERLEBIHAN DLM HAL YG HALAL SEBAGAI TAMBAHAN DARI MENINGGALKAN HAL YG
HARAM), SEHINGGA MEREKA TDK MENIKAH, MENAHAN DARI MAKANAN YANG LEZAT,PAKAIN MEWAH DAN MENGHADAP AKHIRAT SECARA
SEMPURNA.
DALAM AYAT TADI ADA KALIMAT: 'PADAHAL KAMI TIDAK MEWAJIBKANNYA KEPADA MEREKA (TETAPI MEREKA SENDIRI YG MENGADA -ADAKAN) UTK MENCARI KERIDOAN ALLAH', DISINI ALLAH MEMUJI ATAS MENGADA-ADANYA MEREKA KARENA TIDAK ADANYA NAS
DALAM INJIL DAN TIDAK DIJELASKAN OLEH ISA AS PADA MEREKA DENGAN UCAPAN 'MISAL': LAKUKAN ANU',.TAPI TUJUAN MEREKA ADALAH MENYIBUKAN DIRI DGN TAAT KEPADA ALLAH DAN TDK TERIKAT OLEH KESIBUKAN DUNIAWI DENGAN MENIKAH
DAN MENCARI NAFKAH BUAT
KELUARGA, DAN MEREKA MEMBUAT BANGUNAN DARI TANAH DAN MENJAUH DARI KEHIDUPAN MASARAKAT UTK KHUSUK DLM IBADAH, MEREKA ADALAH PENGIKUT ISA AS YG LURUS DAN BERPEGANG
SYARIATNYA (LIHAT TAFSIR2
ULAMA)..
MAKA PELAJARAN DARI AYAT
INI YAITU BAHWA AMALAN YG
MENGADA-NGADA DAN TIDAK
BERTENTANGAN DGN SYARIAT
JUSTRU AMALAN TADI SELARAS DENGAN SYARIAT,MAKA BUKANLAH BIDAH SESAT /JELEK TETAPI DIBERI PAHALA
PELAKUNYA DAN DISEBUT SUNAH HASANAH ATAU BIDAH HASANAH.
CONTOH-CONTOH:
1-MEMBERI TITIK,HAROKAT HURUF2 QURAN YG DILAKUKAN YAHYA BIN YA'MAR, SEBAB MUSHAF YANG DIDIKTEKAN RASUL KEPADA PARA
SOHABAT TDK ADA TITIKNYA
SEPERTI: BA,TA DLL, LIHAT DLM KITAB ALMASOHIF KARYA ABI DAWUD.
2-SOLAT 2 ROKAAT SEBELUM
DIBUNUH SEPERTI YG DIADAKAN OLEH KHUBAIB BIN ADI SEPERTI DALAM RIWAYAT BUKHORI DARI ABU HURAIRAH.
3-SOLAWAT SETELAH ADZAN,SEBAGAIMANA KEUMUMAN HADIS: 'BARANG SIAPA
MENYEBUT NAMAKU MAKA BACALAH SOLAWAT PADAKU (HR ALHAFID ABU YA'LA DAN ALHAFID SAKHOWI DALAM
ALQAULUL BADI' DENGAN SANAD LA BA'SA BIH) JUGA HADIS DARI ABDULAH
BIN AMR BHW RASUL
BERSABDA: JIKA KALIAN MENDENGARKAN ADZAN
MAKA UCAPKANLAH SEPERTI APA YANG DI UCAPKAN MUADZIN KEMUDIAN BACALAH
SOLAWAT KEPADAKU (HR MUSLIM n0 348)
4-DAN LAIN_LAIN

SEHINGGA IMAM NAWAWI RA DALAM TAHDZIBUL ASMA WA LUGOT MENYATAKAN: BIDAH TERBAGI KEPADA HUKUM SYARA YANG 5 YAITU: HARAM-WAJIB-SUNAH- MAKRUH-MUBAH. KETIKA MASUK
KEPADA KAIDAH WAJIB,MAKA JADI BIDAH WAJIB DST..SEBAGAIMANA DIKATAKAN SYAIKH AL IZZU BIN ABDISALAM DALAM AKHIR KTB
ALFAWAIDNYA..
WALLAHU A'LAM BI HAQIQOTIH

BERSAMBUNG KE BAG II

Tidak ada komentar:

Posting Komentar