Tampilkan postingan dengan label aqidah wahabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aqidah wahabi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Mei 2011

Perbedaan aqidah wahabi dan islam'' bag: II

Berikut adalah beberapa kutipan DARI PARA Ulama, MEREKA bersaksi bahwa:
1-IMAM IBNU HAJAR Al Asqalaaniyy mengatakan mereka bukan muslim:
ﻗﺎﻝ ﺣﺬﺍﻕ ﺍﻟﻤﺘﻜﻠﻤﻴﻦ ﻣﺎ ﻋﺮﻑ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺷﺒﻬﻪ ﺑﺨﻠﻘﻪ ﺃﻭ ﺃﺿﺎﻑ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﻴﺪ ﺃﻭ ﺃﺿﺎﻑ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﻓﻤﻌﺒﻮﺩﻫﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﻋﺒﺪﻭﻩ ﻟﻴﺲ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺇﻥ ﺳﻤﻮﻩ ﺑﻪ (ﻓﺘﺢ ﺍﻟﺒﺎﺭﻱ ,ﺍﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﺍﻟﻌﺴﻘﻼﻧﻲ,ﺩﺍﺭ ﺍﻟﻤﻌﺮﻓﺔ- ﺑﻴﺮﻭﺕ,1379, 3/359 )
: Para ulama AHLI kalaam brilian berkata: "BARANG-SIAPA menyamakan Allah dengan ciptaan-Nya, atau MENYANDARKAN TANGAN KEPADA-Nya (dalam arti bagian atau anggota TUBUH) atau MENYANDARKAN seorang anak, MAKA yang ia SEMBAH BUKANLAH Allah,
WALAU PUN ia menyebutnya
Allah .
2-An-Nawawiyy dan Al-Qaađi IYAđ mengatakan mereka bukan muslim:
ﻗﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ(ﻓﻠﻴﻜﻦ ﺃﻭﻝ ﻣﺎ ﺗﺪﻋﻮﻫﻢ ﺇﻟﻴﻪ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﺈﺫﺍ ﻋﺮﻓﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﺄﺧﺒﺮﻫﻢ ﺇﻟﻰ ﺁﺧﺮﻩ)ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﻋﻴﺎﺽ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻫﺬﺍ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻬﻢ ﻟﻴﺴﻮﺍ ﺑﻌﺎﺭﻓﻴﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﻫﻮ ﻣﺬﻫﺐ ﺣﺬﺍﻕ ﺍﻟﻤﺘﻜﻠﻤﻴﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﺃﻧﻬﻢ ﻏﻴﺮ ﻋﺎﺭﻓﻴﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﺍﻥ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﺒﺪﻭﻧﻪ ﻭﻳﻈﻬﺮﻭﻥ ﻣﻌﺮﻓﺘﻪ ﻟﺪﻻﻟﺔ ﺍﻟﺴﻤﻊ ﻋﻨﺪﻫﻢ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﻭﺍﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻌﻘﻞ ﻻ ﻳﻤﻨﻊ ﺃﻥ ﻳﻌﺮﻑ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻦ ﻛﺬﺏ ﺭﺳﻮﻻ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﻋﻴﺎﺽ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﻋﺮﻑ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻦ ﺷﺒﻬﻪ ﻭﺟﺴﻤﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﺃﻭ ﺍﺟﺎﺯ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺒﺪﺍﺀ ﺃﻭ ﺃﺿﺎﻑ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﺃﻭ ﺃﺿﺎﻑ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﺼﺎﺣﺒﺔ ﻭﺍﻟﻮﻟﺪ ﻭﺃﺟﺎﺯ ﺍﻟﺤﻠﻮﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺍﻻﻧﺘﻘﺎﻝ ﻭﺍﻻﻣﺘﺰﺍﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﺃﻭ ﻭﺻﻔﻪ ﻣﻤﺎ ﻻ ﻳﻠﻴﻖ ﺑﻪ ﺃﻭ ﺃﺿﺎﻑ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﺸﺮﻳﻚ ﻭﺍﻟﻤﻌﺎﻧﺪ ﻓﻲ ﺧﻠﻘﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺠﻮﺱ ﻭﺍﻟﺜﻨﻮﻳﺔ ﻓﻤﻌﺒﻮﺩﻫﻢ ﺍﻟﺬﻯ ﻋﺒﺪﻭﻩ ﻟﻴﺲ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻥ ﺳﻤﻮﻩ ﺑﻪ ﺍﺫ ﻟﻴﺲ ﻣﻮﺻﻮﻓﺎ ﺑﺼﻔﺎﺕ ﺍﻻﻟﻪ ﺍﻟﻮﺍﺟﺒﺔ ﻟﻪ ﻓﺎﺫﻥ ﻣﺎ ﻋﺮﻓﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻓﺘﺤﻘﻖ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻨﻜﺘﺔ ﻭﺍﻋﺘﻤﺪ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻭﻗﺪ ﺭﺃﻳﺖ ﻣﻌﻨﺎﻫﺎ ﻟﻤﺘﻘﺪﻣﻰ ﺃﺷﻴﺎﺧﻨﺎ ﻭﺑﻬﺎ ﻗﻄﻊ ﺍﻟﻜﻼﻡ ﺍﺑﻮﻋﻤﺮﺍﻥ ﺍﻟﻔﺎﺭﺳﻰ ﺑﻴﻦ ﻋﺎﻣﺔ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﻘﻴﺮﻭﺍﻥ ﻋﻨﺪ ﺗﻨﺎﺯﻋﻬﻢ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺴﺄﻟﺔ ﻫﺬﺍ ﺁﺧﺮ ﻛﻼﻡ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ. (ﺍﻟﻤﻨﻬﺎﺝ ﺷﺮﺡ ﺻﺤﻴﺢ ﻣﺴﻠﻢ ﺑﻦ ﺍﻟﺤﺠﺎﺝ, ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ,ﺩﺍﺭ ﺇﺣﻴﺎﺀ ﺍﻟﺘﺮﺍﺙ ﺍﻟﻌﺮﺑﻲ, 1392,1/199-200 )
Perkataan Nabi (ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ) "YANG PALING pertama MESTI ENGKAU LAKUKAN ADALAH MENGAJAK mereka untuk menyembah Allah, maka ketika mereka tahu Allah, MAKA beritahuKAN mereka ..DST dll'', Al-Qaađii Iiaađ (ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ) mengatakan: " pernyataan Nabi (ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ) INI menunjukkan bahwa mereka (Kristen) tidak tahu Allah, ini adalah perkataan para ulama kalaam brilian mengenai orang Yahudi dan Nasrani bahwa mereka tidak tahu Allah (ﺗﻌﺎﻟﻰ ) WALAU PUN mereka menyembah- Nya (panggilan yang mereka menyembah dengan nama-Nya) dan MENampakAN seolah-olah mereka mengenal-Nya,berdasarkan apa yang mereka ceritakan DAN MEREKA DENGAR DI antara mereka sendiri, meskipun bukan tidak mungkin MENURUT AKAL bahwa seseorang yang mendustakan RASUL DAPAT MENGETAHUI Allah. " Al-Qaađii Iiaađ (ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ) mengatakan: BARANG SIAPA
menyamakan Allah dengan
ciptaan-Nya, SEPERTI diyakini orang Yahudi dan Kristen, atau percaya bahwa Dia BERUBAH dari waktu ke waktu, atau diklaim Dia memiliki anak,
atau MEMILIKI seorang perempuan pendamping dan anak, atau mengatakan dia bisa ada dalam hal-hal yang diciptakan, atau BERPindah dari satu tempat
ke tempat lain, atau BERcampur dengan ciptaan, SEPERTI KEYAKINAN di antara orang-orang Kristen, atau dikaitkan dengan-Nya apa yang tidak pantas, atau berhubungan dengan-Nya mitra atau lawan dalam menciptakan SEPERTI KEYAKINAN Majusi DAN PENYEMBAH BERHALA, MAKA apa yang mereka sembah BUKANLAH Allah,WALAU PUN mereka menyebutnya ALLAH. Hal ini karena tidak dikaitkan SIFAT yang SESUAI PADA-Nya, Oleh karena itu, mereka tidak tahu Allah (ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ), maka sadarilah hal ini dengan baik, dan bergantung padanya, dan aku telah melihat titik ini dibuat oleh syekh pendahulu kita."
3-Ar-Raaziyy mengatakan
mereka bukan muslim:
ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﺩﻝ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺇﻥ ﺍﻹﻟﻪ ﺟﺴﻢ ﻓﻬﻮ ﻣﻨﻜﺮ ﻟﻺﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﺫﻟﻚ ﻷﻥ ﺇﻟﻪ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ ﻣﻮﺟﻮﺩ ﻟﻴﺲ ﺑﺠﺴﻢ ﻭﻻ
ﺣﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﺴﻢ ﻓﺈﺫﺍ ﺃﻧﻜﺮ ﺍﻟﻤﺠﺴﻢ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻮﺟﻮﺩ ﻓﻘﺪ ﺃﻧﻜﺮ ﺫﺍﺕ ﺍﻹﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﺎﻟﺨﻼﻑ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻤﺠﺴﻢ
ﻭﺍﻟﻤﻮﺣﺪ ﻟﻴﺲ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻔﺔ ﺑﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﺬﺍﺕ ﻓﺼﺢ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺠﺴﻢ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺃﻣﺎ ﺍﻟﻤﺴﺎﺋﻞ ﺍﻟﺘﻲ ﺣﻜﻴﺘﻤﻮﻫﺎ ﻓﻬﻲ ﺍﺧﺘﻼﻓﺎﺕ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻔﺔ ﻓﻈﻬﺮ
ﺍﻟﻔﺮﻕ ﻭﺃﻣﺎ ﺇﻟﺰﺍﻡ ﻣﺬﻫﺐ ﺍﻟﺤﻠﻮﻟﻴﺔ ﻭﺍﻟﺤﺮﻭﻓﻴﺔ ﻓﻨﺤﻦ ﻧﻜﻔﺮﻫﻢ ﻗﻄﻌﺎ ﻓﺈﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻛﻔﺮ ﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﺑﺴﺒﺐ ﺃﻧﻬﻢ ﺍﻋﺘﻘﺪﻭﺍ ﺣﻠﻮﻝ ﻛﻠﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﻋﻴﺴﻰ ﻭﻫﺆﻻﺀ ﺍﻋﺘﻘﺪﻭﺍ ﺣﻠﻮﻝ ﻛﻠﻤﺔ
ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺃﻟﺴﻨﺔ ﺟﻤﻴﻊ ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﻓﻲ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻷﺟﺴﺎﻡ ﺍﻟﺘﻲ ﻛﺘﺐ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻓﺈﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺑﺎﻟﺤﻠﻮﻝ ﻓﻲ
ﺣﻖ ﺍﻟﺬﺍﺕ ﺍﻟﻮﺍﺣﺪﺓ ﻳﻮﺟﺐ ﺍﻟﺘﻜﻔﻴﺮ ﻓﻸﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺑﺎﻟﺤﻠﻮﻝ ﻓﻲ ﺣﻖ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻷﺷﺨﺎﺹ ﻭﺍﻷﺟﺴﺎﻡ ﻣﻮﺟﺒﺎ
ﻟﻠﻘﻮﻝ ﺑﺎﻟﺘﻜﻔﻴﺮ ﻛﺎﻥ ﺃﻭﻟﻰ(ﻣﻔﺎﺗﻴﺢ ﺍﻟﻐﻴﺐ-ﺩﺍﺭ ﺍﻟﻜﺘﺐ ﺍﻟﻌﻠﻤﻴﺔ,16/ 24)
"Bukti memberitahu kita bahwa ORANG yang mengatakan Tuhan adalah JISIM / tubuh adalah kafir KEPADA Tuhan (MAHA TINGGI ALLAH), Alasannya KARENA TUHAN SEMESTA ALAM bukanLAH tubuh, atau ditempatkan di tubuh. Jadi jika orang yang percaya bahwa Tuhan adalah tubuh, DAN menolak keberadaan non-fisik, maka dia telah kafir kepada Tuhan ITU sendiri. Artinya bahwa PERBEDAAN antara yang percaya bahwa Tuhan adalah JISIM tubuh, dan monoteis (dalam arti Islam) BUKAN DALAM MASALAH SIFAT tetapi tentang DZAT-NYA (yaitu SESUATU identitas YANG dikaitkan dengan Ketuhanan.) DENGAN Ini, DI katakan, bahwa orang yang percaya bahwa Tuhan adalah tubuh,MAKA IA tidak percaya pada Allah ....
Ada pun ĥuluuliyyah (mereka yang percaya bahwa Allah berdiam dalam hal-hal yang diciptakan)
seperti DI langit atau DALAM tubuh manusia ATAU DI CIPTAAN LAINNYA )dan JUGA ĥuruufiyyah (mereka yang percaya bahwa SIFAT KALAM Allah terdiri dari huruf dan
suara), kita mengatakan
DENGAN TEGAS bahwa mereka kafir. Hal ini karena Allah menyatakan kristen KAFIR KARENA percaya
bahwa KALAM Allah itu ada PADA DIRI Yesus, sedangkan
ĥuruufiyyah percaya bahwa
KALAM ALLAH berdiam di lidah semua orang yang membaca Al-Qur'an, dan
dalam segala hal fisik yang ditulisKAN ALQURAN. Oleh karena itu, jika keyakinan dalam KALAM ALLAH ADA dalam satu tubuh (Yesus) merupakan KEKAFIRAN,maka lebiH KAFIR LAGI ORANG YANG percaya bahwa KALAM ALLAH berdiam dalam segala bentuk dan tubuh. "
4-IMAM As-Subkiy menyebut
mereka penyembah berhala:
As-Subkiyy DALAM Tabaqatu Sħafi'IyaH AL Kubraa MENJELASKAN tentang teks-teks Al kitab yang DOHIRnya MENUNJUKAN MAKNA JISIM / tubuh:
ﻃﺒﻘﺎﺕ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﺍﻟﻜﺒﺮﻯ:ﺇﻧﻤﺎ
ﺍﻟﻤﺼﻴﺒﺔ ﺍﻟﻜﺒﺮﻯ ﻭﺍﻟﺪﺍﻫﻴﺔ ﺍﻟﺪﻫﻴﺎﺀ ﺍﻹﻣﺮﺍﺭ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ ﻭﺍﻻﻋﺘﻘﺎﺩ ﺃﻧﻪ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﻭﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺴﺘﺤﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺒﺎﺭﻱ ﻓﺬﻟﻚ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻤﺠﺴﻤﺔ ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻮﺛﻦ
ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻓﻲ ﻗﻠﻮﺑﻬﻢ ﺯﻳﻎ ﻳﺤﻤﻠﻬﻢ ﺍﻟﺰﻳﻎ ﻋﻠﻰ ﺍﺗﺒﺎﻉ ﺍﻟﻤﺘﺸﺎﺑﻪ ﺍﺑﺘﻐﺎﺀ ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻟﻌﺎﺋﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﺘﺮﻯ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﺑﻌﺪ ﺃﺧﺮﻯ ﻣﺎ ﺃﺟﺮﺃﻫﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻭﺃﻗﻞ ﻓﻬﻤﻬﻢ ﻟﻠﺤﻘﺎﺋﻖ
ﻃﺒﻘﺎﺕ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﺍﻟﻜﺒﺮﻯ ﺝ 5 ﺹ 192
:"SUNGGUH MUSIBAH BESAR DAN KEKELIRUAN YANG SANGAT KELIRU ADALAH MENJALANKAN DOHIRNYA (TEKS MUTASABEHAT) DAN MENG'ITIQADKAN BAHWA DOHIRNYA ITU YANG DI MAKSUD DAN MENYATAKAN HAL ITU TIDAK MUSTAHIL BAGI ALLAH, INI ADALAH YANG dikatakan mujassimah (anthropomorphists)
penyembah berhala,mereka fokus pada ayat- ayat ambigu...DST"
5-Al-Qurţubiyy dan Ibn Al-
arabiyy BERKATA:
ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺑﺘﻜﻔﻴﺮﻫﻢ,ﺇﺫ ﻻ ﻓﺮﻕ ﺑﻴﻨﻬﻢ ﻭﺑﻴﻦ ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻷﺻﻨﺎﻡ ﻭﺍﻟﺼﻮﺭ.
Demikian pula, Al-Qurtubīy dalam komentarnya DALAM TAFSIR Qur'an meriwayatkan KEPADA beliau, Syaikh Ibnu Al-'Arabīy mengenai orang-orang yang mengatakan ALlah BERUPA JISIM / FISIK: "KEPutusan PENDAPAT YANG SOHEH adalah mereka KAFIR,
karena tidak ada perbedaan
antara mereka dan orang-orang yang menyembah berhala dan gambar. " (Tafsiir Al-Qurţubiyy,4 / 14).

KESIMPULAN: Mereka yang menyamakan Allah DENGAN ciptaan ada 2 jenis,
1] Orang yang benar-benar percaya bahwa ta'ala Allahu
adalah ADALAH bentuk atau
gambaR FISIK, seperti yang
di YAKINI oleh sekte MujassimaH,INI tidak di ragukan lagi, BAHWA MEREKA kafir.
2] Mereka yang berpegang pada makna literal dari Wajh, yaad, ain dll untuk Allah, dengan mengatakan seperti yang LAYAK untuk-Nya, tanpa meNYamakan DENGAN FISIK, seperti SEKTE YANG SEKARANG ADA YAITU SEKTE Wahabis,MAKA INI hanya Ahlul Bid'aH dan tidak KAFIR..
kelompok YANG 1, Tuhan DALAM imajinasi mereka, seperti yang diperjelas oleh ulama besar Islam juga oleh Imam Hujjathul Islam Abu Hamid al-Ghazali.Rah, dalam KITABnya 'Iljamul Awam'.
". Dalam bentuk atau gambar Manusia" Tidak hanya ITU, PERKATAAN Al-
Ghazaaliy JUGA dalam IljaamuL AWAM-- adalah:
ﺃﻋﻨﻲ ﺑﺎﻟﺠﺴﻢ ﻋﺒﺎﺭﺓ ﻋﻦ ﻣﻘﺪﺍﺭ ﻟﻪ ﻃﻮﻝ ﻭﻋﺮﺽ ﻭﻋﻤﻖ
".YANG Saya maksud dengan tubuh ADALAH kuantitas yang memiliki panjang, lebar dan kedalaman" Kemudian ia berkata:
ﻣﻦ ﻋﺒﺪ ﺟﺴﻤﺎ ﻓﻬﻮ ﻛﺎﻓﺮ ﺑﺈﺟﻤﺎﻉ ﺍﻷﻣﺔ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻣﻨﻬﻢ ﻭﺍﻟﺨﻠﻒ
"BARANG SIAPA menyembah
JISIM,MAKA DIA adalah KAFIR MENURUT konsensus ULAMA, baik generasi SALAF ATAU PUN KHOLAF.".
WALLAHU A'LAM.

Takwil dan Ta'thil ??

Pertanyaan: Para Salafi
berpendapat bahwa dengan
memberikan interpretasi
figuratif (TAKWIL) TERHADAP SIFAT Allah, SAMA DENGAN melakukan ta'teel !?!

Jawaban: Ta'teel adalah MEN0LAK suatu SIFAT yang LAYAK menjadi SIFAT ALLAH. Perhatikan bahwa SIFAT
disebutKAN oleh sebuah kata ATAU KALIMAT, seperti
SIFAT "ilmU" ARTINYA "pengetahuan." Kadang-kadang sebuah kata memiliki lebih dari satu
arti (TEKS MUTASYABIHAT). Jika KATA ATAU KALIMAT DALAM TEKS MUTASABIHAT INI DI Tetapkan mengacu pada SIFAT ALLAH, maka pertanyaan berikutnya adalah apa arti yang sesuai ?? Jika seseorang memilih arti fisik, seperti anggota badan, maka ia berkomitmen tasYbih: MENYERUPAKAN ALLAH DENGAN MAHLUK. Jika ia memilih arti yang layak BAGI Allah, maka dia percaya BAHWA Allah TIDAK MEMILIKI
kemiripan DENGAN ciptaan,
DIA memahami firman Allah YANG JELAS (TEKS MUHKAMAT) YANG menegaskan tidak ada yang menyerupai Allah. MAKA bagaimanapun, KITA MESTI MEMILIH MAKNA YANG SELARAS dengan teks lain YANG benar-benar jelas atau DENGAN MEMILIH konsensus ilmiah (IJMA), dan JIKA SESEORANG mengabaikan TEKS YANG JELAS (MUHKAMAT) ATAU MENENTANG IJMA, maka ini
adalah bentuk PENAFIAN TERHADAP SIFAT ALLAH atau ta'teel.
Sebagai contoh, Mu `tazilah
mengabaikan konsensus ilmiah bahwasanya ALLAH DAPAT dilihat oleh kaum Muslim di akhirat TANPA ALLAH berada di suatu tempat jauh ATAU DEKAT, TIDAK memiliki bentuk, atau berada di arah. ''YAITU melihat yang berbeda dari PENGLIHATAN yang KITA
gunakan untuk MELIHAT dalam KEhidupAN ini, karena Allah tidak menyerupai ciptaan-Nya''.
Mereka (MU'TAZILAH) menolak konsep melihat tanpa ADANYA SESUATU ITU terlihat DI SUATU TEMPAT, dan MEREKA mengatakan bahwa MAKSUD melihat di sini ADALAH "mengharapkan," atau "mengetahui," atau MAKNA sejenisnya. Ini adalah ta'wil yang mencapai tingkat ta'teel, karena bahwasanya MEREKA memberikan arti lain daripada melihat YANG MERUPAKAN SESUATU SIFAT DALAM TEKS YANG JELAS (MUHKAMAT). Para ulama Sunni mengatakan kepada mereka (MU'TAZILAH) "Mengapa KALIAN HANYA mengatakan bahwa Allah TIDAK terlihat tanpa ALLAH MENEMPAT di suatu tempat, TIDAK BERubah atau memiliki batas?! sebagaimana kita katakan bahwa Allah tahu dan menghendaki APA PUN tanpa BERADA di suatu tempat, TIDAK MENGALAMI PErubahan DAN TIDAK memiliki batas ??!"
KAUM mushabbihah SELARAS dengan Mu `tazilAH bahwa tidak BISA melihat tanpa berada DI SUATU TEMPAT, PERBEDAANNYA ADALAH: Mu` tazilah MENta'wil untuk melarikan diri dari tasYbih: MENYERUPAKAN DARI MAHLUK, atau UNTUK MENAFIKAN batas kepada Allah, SEDANGKAN KAUM mushabbihah mengatakan bahwa Allah terlihat dalam arah dan MENEMPAT di SUATU TEMPAT, sehingga menghubungkan batasAN KEPADA ALLAH. Yang DI lakukan Mu `tazilah bodoh
dan CEROBOH, sementara itu KAUM mushabbihah ADALAH kafir polos.

NAH DARI PAPARAN DI ATAS,MAKA ISTILAH TA'TIL TDK BISA DI HUBUNGKAN DENGAN KONSEP TAKWIL DALAM MASALAH TEKS MUTASYABIHAT, MEMANG HAL INI BID'AH ARTINYA TIDAK DILAKUKAN SALAF, TETAPI ITU DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH BIDAH YANG LEBIH BESAR YAITU MUNCULNYA BIDAH AQIDAH MUJASIMAH / MUSYABIHAH, INILAH ALASAN MENGAPA MAYORITAS ULAMA KHOLAF MENTAKWIL TEKS MUTASYABIHAT..!
NAH KEMUDIAN ISTILAH TA'TIL DIMUNCULKAN TERHADAP CARA ULAMA KHOLAF YANG MENTAKWIL MUTASABIHAT, ATAU MENUDUH MEREKA SEBAGAI JAHMIYAH, INI PERTAMA KALI DI LEMPARKAN OLEH IBN TAI-MIYAH YANG SAMPAI SEKARANG DI IKUTI OLEH MUQOLIDNYA..!!!

Kamis, 12 Mei 2011

Perbedaan aqidah Wahabi dan Islam'' Bag: I.

Saya sering diminta untuk membuat daftar hal-hal yang berbeda antara keyakinan Wahabi (yaitu bahwa para pemimpin mereka) dan Islam.
Perbedaan utama adalah bahwa ketika Wahabi mengatakan: ''Allah tidak menyerupai ciptaan-Nya'', MAKSUD mereka ADALAH: bahwa ALLAH BERBEDA DENGAN CIPTAAN_NYA DALAM CARA SEPERTI CIPTAAN berbeda satu sama lain, INI MIRIP seperti dalam kasus sidik jari, Semua orang memiliki sidik jari yang
berbeda.
Jadi ketika mereka mengatakan: Allah mempunyai tangan, tetapi "tidak seperti TANGAN kita," artiNYA memiliki karakteristik fisik yang
berbeda, seperti warna, jumlah jari, atau BENTUK, atau sesuatu seperti itu. KENYATAAN ini TERJADI, karena mereka percaya bahwa Allah adalah sesuatu yang dapat menunjuk arah dan memiliki batas, yaitu bentuk dan ukuran.

Untuk mempermudah, mari kita menyebutnya JISIM / tubuh, karena tubuh adalah segala sesuatu dengan ukuran dan bentuk, WALAU TERKADANG banyak Wahabi tidak suka DENGAN kata ini,
Semua kreasi seperti yang
KITA amati oleh mata kita, memiliki bentuk, dan berbeda hanya dalam bentuk bentuk, dan ukuran. Karena Wahabi percaya bahwa tuhan mereka adalah JISIM / tubuh, KARENA keyakinan mereka adalah: ALLAH hanya berbeda DENGAN CIPTAAN-NYA dalam karakteristik tubuh, YAKNI BERBEDA DALAM bentuk dan ukuran SAJA. Ini berarti bahwa ALLAH menjadi bagian identik dengan ciptaan, DAN bagian yang berbeda cara.

Di sisi lain, kaum Sunni mengatakan bahwa realitas
keberadaan Allah benar benar tidak menyerupai ciptaanNya. Mereka tidak percaya bahwa Allah berbeda dengan ciptaan-
Nya hanya dalam hal-hal SEPERTI ciptaan berbeda satu sama lain, DENGAN alasan ini, kaum Sunni mengatakan bahwa realitas keberadaan Allah bukanlah tubuh. Artinya Dia tanpa ukuran atau bentuk.
Cara lain untuk mengekspresikan kepercayaan Sunni DALAM HAL non kemiripan Allah-DENGAN ciptaan adalah bahwa kemiripan apa pun DENGAN MAHLUK PASTI butuh spesifikasi. Realitas keberadaan Allah tidak memerlukan spesifikasi, karena BILA membutuhkan spesifikasi berarti menjadi tergantung pada sesuatu yang lain yang MENENTUKAN SPESIFIKASINYA, Dengan kata lain, berarti bergantung pada pencipta untuk memberikan spesifikasi dan keberadaan
sesuai dengan spesifikasi.
keberadaan Tubuh, yang
mencakup ukuran dan bentuk, sangat membutuhkan spesifikasi
ukuran dan bentuknya, karena tidak ada bentuk atau ukuran YANG memiliki prioritas lebih tinggi untuk eksistensi intrinsik. Tidak
ada ukuran lebih mungkin ada dari yang lain, tanpa pengaruh dari selain itu, Demikian juga, bentuk tidak lebih mungkin ada dari yang lain tanpa pengaruh dari selain itu.

DAN Apa pun yang memiliki keberadaan SEBAGAIMANA tubuh,MAKA ITU kreasi (DI CIPTA), MAKA tidak BISA menjadi Pencipta. Itulah sebabnya, PARA SALAF meskipun mereka tidak menjelaskan secara detail TENTANG SIFAT MUTASABIHAT, MEREKA selalu menyatakan bahwa SIFAT Allah tanpa bagaimana,yaitu, tanpa spesifikasi,tanpa bentuk atau perubahan, PENDAPAT MEREKA SEPERTI ITU KARENA
kedekatan dengan MASA
kenabian, mereka memiliki
pikiran besar dan pemahaman yang mendalam tentang agama,
Mereka memahami bahwa Allah tidak terbatas atau memiliki batas, atau kurang sempurna dalam arti apapun, dan bahwa Dia tidak dalam arah atau berubah. Mereka menyatakan semua ini dengan kalimat sederhana: "tanpa bagaimana," Mereka mengambil kalimat ini
dari Alquran: ". DIA benar-benar tidak menyerupai apapun"(QS AS SYUR0:11) Artinya, realitas keberadaan-Nya tidak menyerupai ciptaan.

Sebagai kesimpulan, keyakinan Wahabi adalah bahwa Allah berbeda dari ciptaan / MAHLUK SEPERTI cara CIPTAAN berbeda satu
sama lain. Mereka percaya
bahwa keberadaan-Nya adalah tubuh, seperti yang makhluk. IniLAH perbedaan YANG paling mendasar antara Sunni dan Wahabi.

Perbedaan inti lainnya, YAITU konsep unik mereka TENTANG syirik, YANG benar- benar merupakan konsekuensi dari HAL DI ATAS. Mari saya jelaskan ...
Ketika manusia menyembah bentuk 3 dimensi, ENTAH BAGAI MANA mereka merasa perlu untuk membuat YANG DI SEMBAHNYA berbeda dari benda lain.
Alasannya adalah bahwa ITU ADALAH realitas penting dari keberadaan apa yang mereka sembah, BEGITU JUGA semua hal lain YANG BERSANGKUTAN DGN YANG MEREKA SEMBAH, TETAPI..., bentuk 3 dimensi TETAP SAJA hanya bentuk 3 dimensi sehubungan dengan
jenis keberadaan, yaitu BERUPA JISIM tubuh. Dengan
demikian, perbedaan ini hanya bisa MEREKA DAPATKAN dalam hal:
1-Apa yang dilihat, yaitu penampilan dalam bentuk,
ukuran atau warna, atau lokasi
2-Beberapa karakteristik yang tak terlihat
3-Bagaimana seseorang
berperilaku terhadap objek ini.

Itulah SEBABNYA mengapa Anda akan menemukan Buddha atau anemist (orang-orang yang menyembah pohon-pohon dan benda lainnya yang ditemukan) menghiasi
idola(TUHAN) nya DENGAN bentuk aneh, seperti beberapa kepala, dan jika dia kaya dia akan membeli HIASAN dari emas.
Anda juga akan menemukan MEREKA memasukkan TUHAN nya ke dalam sebuah lokasi khusus di rumahnya. Ini BERKAITAN DENGAN penampilan YANG MEREKA SEMBAH. Ia akan mengklaim
bahwa berhala memiliki kekuatan, atau pengetahuan, atau sejenisnya, untuk mencoba
merasionalisasi ibadah KEPADANYA. Lalu ia akan MELAKUKAN ritual upacara khusus di hadapan fisiknya. Banyak perhatian yang
diCURAHKAN DI lokasi idola, JUGA perilaku upacara yang
berhubungan dengan lokasi ini, dan hiasan untuk
membedakannya dari objek
lainnya. Hal ini untuk berkontribusi dalam ilusi bahwa pada dasarnya TUHAN MEREKA berbeda dari
benda lain, dan membuatnya tampak masuk akal bahwa itu adalah tuhan.

Para Wahabi adalah sama seperti penyembah berhala biasa, mereka menyembah apa yang pada dasarnya adalah sebuah hal yang 3 dimensi. Namun, objek ibadah mereka tidak ada, sehingga mereka hanya akan mengatakan tentang penampilannya, "tidak seperti benda lain dan tidak tahu bagaimana." DAN cara KETUHANAN mereka SEPERTI INI DI biarkan terbuka, dan
BISA DI KETAHUI OLEH UMAT Buddha,SHGG BUDHA BERKATA:, "objek KAMI jauh
lebih baik daripada Anda, KARENA ANDA" ketika ditanya" bagaimana?
"ANDA berkata," kami tidak tahu, tapi POKOKNYA ADA BERSEMAYAM DI ARASY. "
Pada aspek penampilan lokasi, lokasi khusus TUHAN WAHABI adalah "di atas dunia dalam arah." Di sini
mereka telah melampaui semua penyembah berhala lainnya dengan memilih lokasi yang benar-benar khusus yang tidak dapat dijangkau oleh indera.
Tapi mereka berada pada
keSALAHAN konseptual KARENA KE ESAAN TIDAK MUTLAK UNTUK ALLAH,TOH BANYAK KESAMAANNYA di bumi, Lagi pula, setiap
objek fisik tunggal adalah "satu" dalam hitungan,tetapi tidak dalam bentuk, SEHINGGA KONSEP MEREKA sangat berkabut, dan mereka memiliki cukup dilema. YANG bisa MEREKA
lakukan adalah mengatakan
bahwa tubuh yang mereka
sebut Allah (tetapi sebenarnya BUKAN DIA) layak DI Sembah, sedangkan obyek lain YANG SAMA FISIK,JISIM, badan tidak LAYAK DI SEMBAH..!, Tapi apa yang menjadi dasar. mereka untuk klaim ini?

Mereka tidak bisa klaim ini,
didasarkan pada kenyataan
adanya objek ibadah mereka, karena tubuh, dan badan MEMILIKI sangat banyak mode yang sama DALAM eksistensi.
Mereka tidak bisa mengklaim perbedaan berdasarkan karakteristik yang tak terlihat, karena jika kemahakuasaan,
kemahatahuan dan keberadaan kekal bisa menjadi SIFAT dari DZAT YANG 3 dimensi ini, maka tidak ada cara rasional UNTUK membuktikan
bahwa SESUATU YANG seperti itu bisa memiliki SIPAT YANG TADI DI SEBUTKAN, sementara DZAT LAIN YANG SAMA SEPERTI ITU tidak..! Artinya mendasarkan pada klaim bahwa benda ini memiliki semua macam karakteristik seperti
kekuasaan DLL, tidak akan
memuaskan pencarian mereka untuk arti TAUHID YANG membuat mereka berbeda dari penyembah berhala lainnya. DARI SEMUA PENJELASAN DI ATAS, semua penyembah berhala mengklaim BAHWA BERHALANYA memiliki segala macam kekuatan, sehingga hal ini tidak akan membuat WAHABI berbeda dengan cara yang esensial. Hal ini terutama bila dibandingkan dengan agama YANG MEMILIKI kepercayaan yang sama mengenai realitas keberadaan pencipta, yaitu JISIM, tubuh, seperti kristen, dan terutama orang-orang Yahudi.
Dalam prakteknya,bagaimanapun, Wahabi's telah mencapai keuntungan lebih DARI penyembah benda lainnya, karena mereka bisa
memecahkan berhala fisik,dan tidak ada penyembah berhala MAMPU bersaing UNTUK membuktikan bahwa mereka salah, bahkan mereka sendiri tidak dapat
membuktikan bahwa mereka benar.

Dalam HAL ini, Wahabi merasa lebih unggul dalam permainan membedakan Sembahan berhala NYA (seperti ketika Hindu klaim berhala-berhala mereka
adalah lebih baik daripada
Bhuddists dan sebaliknya).
Namun, hal ini sangat lemah dengan sendirinya, karena
didasarkan tidak adanya
fisik TUHAN mereka, dan
keberadaan TUHAN YANG
fantastis tidak mungkin untuk DI buktikan. Hal ini karena benda-benda fisik tidak dapat dibuktikan ada kecuali dengan observasi. Bukti bagi keberadaan
pencipta yang digunakan Muslim tidak membantu mereka (WAHABI), karena
KONSEP MUSLIM didasarkan pada gagasan bahwa apa PUN yang memiliki ukuran dan bentuk dan perubahan membutuhkan pencipta, berarti bahwa berhala mereka membutuhkan satu PENCIPTA juga.
Di sinilah konsep mereka tentang syirik datang untuk bermain, mereka PERLU sesuatu untuk membuat TUHAN mereka benar-benar berbeda dalam klaim MONOTEIS mereka secara unik. Mereka merasa perlu
untuk membuat objek
menyembah mereka berbeda dari obyek lain dengan cara yang lebih nyata, mereka adalah orang-orang yang tidak berpikir banyak TENTANG non-fisik.
Mereka, atau lebih tepatnya Ibnu Taimiyah, menemukan konsep keESAAN Allah itu menjadi masalah perilaku , soal siapa yang dapat dipanggil untuk membantu dan yang tidak bisa.
HAL Ini sama dengan perilaku Buddha YANG penuh dgn upacara sekitar TUHAN
MEREKA ditempatkan, untuk
membedakannya dari badan- badan lain. Mereka membuat satu-satunya badan / BERHALA yang BOLEH dipanggil untuk membantu, terlepas dari apakah orang YANG MEMANGGIL MEMINTA BANTUAN ITU percaya BAHWA YANG dipanggil memiliki kekuatan independen aktual nyata atau tidak.

DI ANTARA perbedaan lain ADALAH, seperti mengatakan bahwa semua teks kitab suci harus dipahami secara harfiah, DAN INI adalah ide-ide tidak
konsisten yang mereka gunakan hanya pada saat sesuai tujuan mereka. Lagi pula, jika itu TIDAK sesuai tujuan mereka, mereka
akan LARI DARI semua ARTI
kamus bahasa Arab dalam
pemahaman tentang kata, seperti halnya dengan ARTI KALIMAT kħalaqa: membuat, dan aĥdatSa: MENGADAKAN ATAU membawa ke dalam keberadaan.
Ini DILAKUKAN ketika mereka
mengatakan bahwa SIFAT ALQURAN YANG muĥdatS tetapi BUKAN makħluuq. Suatu interpretasi YANG SANGAT jauh DARI masuk akal...!!

Senin, 25 April 2011

Debat antara Wahabi dan Aswaja ''Allah tidak di dalam dan diluar alam'

WAHABI :Allah ada tanpa tempat dan arah kemudian menciptkan alam semesta
(makhluk) apakah makhluk itu
menyatu dg Allah ataukah
terpisah dgn Allah.
ASWAJA::Konsep pemisahan dan koneksi berhubungan dengan JISIM/MATERI/CIPTAAN,bukan untuk Allah,TAPI UTK JISIM/ MATERI LAGI.
JIKA ALLAH DI DALAM ALAM JELAS ALLAH JISIM KARENA TERBATAS OLEH ALAM DAN ADA UKURAN BAGI ALLAH,JIKA TERPISAH DGN ALAM,MAKA APAKAH TERPISAH DENGAN JARAK TERTENTU ATAU
JARAK TAK TERBTAS,INI PUN AKAN MEMBUTHKAN RUANG YANG KOS0NG /TEMPAT LAGI BAGI ALLAH.
WAHABI :karena saya meyakini
makhluk terpisah dgN penciptanya maka dari itu akan terbentuk arah dan tempat utk makhluk..andaikan makhluk menunjuk ke arah penciptanya bukan berarti pencipta itu berubah arah atau tempat..beda kalo makhluk menyatu dgN pencipta maka kita tdk bisa
menunjuk arah kepada pencipta.
ASWAJA :bagaimana pun,bahwa Allah adalah DZAT YG BUKAN JISIM,sehingga tidak benar bahwa Dia memiliki batas. Oleh karena itu,tidak benar bahwa Allah itu luar atau di dalam ALAM.adalah
kesalahan yang disebut "dikotomi palsu"ketika
seseorang berpendapat dan
memberikan anda pilihan antara dua hal, YANG KE DUANYA tidak ada yang BENAR.
WAHABI: ANA masih bingung..Allah adalah awal dan Allah ada tanpa tempat dan arah kemudian menciptakan alam
semesta..kalo Allah tidak
menyatu atau terpisah dg alam semesta maka logika saya menyatakan dzat Allah musnah setelah alam semesta tercipta,dan ini sangat tdk mungkin karena Dzat Allah Kekal...atau logika lain bisa mengatakan bahwa alam semesta tercipta dg sendirinya ( pemahaman atheis) dan ini juga tdk mungkin karena Allah
mempunyai sifat wujud (ada)..
Apakah pembicaraan ini bisa
menjerumuskan kita kepada
atheis..ini yg saya takutkan..
Mohon penjelasannya karna saya sangat bodoh akan hal ini. Nuhun.
ASWAJA: gni z, sblm allah
mencipta apapun,apakah bs
dikatakn allah diluar atau di dalam alam??
WAHABI:Tidak bisa dikatakan
diluar atau didalam karena alam blm ada (tercipta) ..sesuatu yg tunggal tidak bisa
disebutkan arahnya atau
tempatnya dimana.. setelah alam ada (tercipta) baru bisa dikatakan diluar atau didalam alam tsb..jadi sebab adanya diluar atau didlm alam karna adanya(terciptanya) alam(kitalah yg menyebut arah pencipta ada diatas bawah atau samping sedangkan pencipta bisa
menyebut dirinya tanpa tempat dan arah atau juga bisa menyebut dirinya ada diatas ciptaannya) Sbg misal titik A ada tanpa tempat atau arah kemudian tercipta titik B..karna posisi kita di B maka terbentuk arah dan tempat dan kita bisa menyebut arah A diatas,bawah atau samping titik B walaupun A tidak berubah atau berpindah..kecuali titik B menyatu dg A..andaikanpun titik A tanpa
batas(maha) dan B terbentuk
maka B pasti akan menempel di titik A..logikanya cuma ada 2
yaitu A terpisah dg B dan
menjadikan adanya arah atau B menempel di A.. Atau kang qultu punya kemungkinan yg lain.. Maaf kang agak ngeyel soalnya biar saya jadi jelas. Nuhun
ASWAJA:SUPAYA MASUK LOGIKA
ENTE,ANE KASIH CONTOH :batu
APAKAH buta atau melihat??,
mana yang benar ???" JAWABAN masalah ini adalah bahwa batu tidak BISA dikatakan buta ataupun melihat!
Artinya, Anda tidak BISA
MENGataKAN,"batu itu buta"
atau PUN "batu itu melihat." Jadi ketika ORANG BERTANYA "APAKAH Allah di dalam ATAU di luar ALAM??,mana yang benar ??"
MAKA SBNRNYA ORG TSBT
menggunakan dikotomi palsu,untuk menipu pikirAN ANDA
bahwa tidak ada alternatif lain, Ini tidak benar!
karena dua pilihan YG TEPAT
TENTANG sesuatu yang 'ADA'
adalah:pertama "Apakah
MENempat atau tidak
BERTEMPAT?" Jika jawabannya
"MENempat,"maka mungkin
ORANG bertanya LAGI,"itu di
wilayah ATAU di luar WILAYAH ?? 'begitu dan strusnya "NAH Jika jawabannya adalah," TDK
MENempat?, "JIKA kemudian DI tanya," apakah DALAM kawasan atau di luar KAWASAN ?? ini dan itu dst? INI "adalah omong kosong
murni.
TOH DAH JELAS TDK MENEMPAT!
Untuk gambaran dalam hal HAL INI contoh batu, ada pertanyaan "APAKAH batu melihat atau buta?"
COBA FIKIR "apakah batu itu
memiliki pandangan???" Karena jawabannya adalah "tidak,"MAKA tidak MASUK akal BERTANYA,"BATU melihat atau buta??!"
WAHABI: Batu tdk memilki
pandangan maka tdk bisa
disebut buta atau melihat kalo dianalogikan dg alam semesta dg penciptanya maka sang pencipta tdk diluar atau didlm alam semesta karna alam semesta terbentuk dg sendirinya apakah maksudnya spt itu kang qultu..
ASWAJA:UDAH JELAS ALAM
TERBATAS DENGAN BENTUK DAN
UKURAN,SETIAP YG PUNYA BATAS DAN UKURAN PASTI ADA YG MENENTUKAN BATAS DAN
UKURANNYA,ARTINYA BUTUH PADA YG MENCIPTA.,SELAIN ALLAH DI ADAKAN OLEH ALLAH!
NAH ALLAH TDK MENEMPAT DAN
TDK BUTUH RUANG UTKNYA,DAN
BUKAN JISIM,MAKA TDK DISIFATI DI DALAM ALAM ATAU DILUAR,KARENA DILUAR PASTI DGN JARAK TERTENTU ATAU JARAK TDK TERBTAS.BERARTI HAKIKATNYA ALAM JUGA,KARENA SESUATU SELAIN ALLAH ADALAH ALAM!
ITU GAMBARAN BATU APA PANTAS DISEBUT TDK MLHT DAN TDK BUTA,KRNA BATU TDK MEMILIKI PANDANGAN!
WAHABI :Batu tdk memilki
pandangan maka tdk bisa
disebut buta atau melihat kalo dianalogikan dg alam
semesta dg penciptanya maka sang pencipta tdk diluar atau didlm alam semesta karna alam semesta terbentuk dg sendirinya
apakah maksudnya spt itu kang qultu..
ASWAJA:ENTE SENDIRI NGMG
PERBANDINGAN PENCIPTA DAN
CIPTAAN,LALU ENTE BANTAH
SENDIRI DGN MENGATAKAN DGN
TERCIPTA DGN SENDIRINYA,PIYE
NEH.HE HE HE
BUANG TAASUB ENTE DAN FAHAMI JWBN ANA DIATAS.
JADI ALLAH BUKAN JISIM ATAU
KARAKTER JISIM TDK MENEMPAT DAN BERARAH! DAN
MASUK LOGIKA TDK DI ALAM DAN
DILUAR ALAM!
GIMANA ALLAH?? TDK ADA YG TAU DZATIYAH ALLAH,KECUALI ALLAH. SHGG SAYIDINA ABU BAKAR BERKATA:TDK MEMAHAMI HAKIKAT ALLAH ADALAH MEMAHAMI ITU SNDRI..!
WAHABI:Terimakasih kang qultu walaupun blm paham bener saya akan mencoba memahami lagi. Sekali terimakasih atas fikiran
serta waktu anda.. Akan saya
baca lagi pelan2 dan akan saya pahami..
ASWAJA: ANA ULANG KMENT INI
DGN DIPERJELAS.
SELAIN ALLAH DI ADAKAN OLEH
ALLAH! NAH ALLAH TDK MENEMPAT DAN BUKAN JISIM,MAKA TDK DISIFATI DI DALAM ALAM ATAU DILUAR,KARENA
DILUAR PASTI DGN JARAK TERTNTU ATAU TDK TERBTAS.BERARTI HAKIKATNYA ALAM JUGA,KARENA SESUATU SELAIN ALLAH ADALAH ALAM!*
GAMBARANNYA BATU YANG PANTAS DISEBUT TDK MLHT DAN TDK BUTA,KRNA BATU TDK MEMILIKI PANDANGAN!
JADI JIKA BOLEH ANA PERTEGAS
BAHWA TDK ADA ISTILAH 'DI LUAR ALAM' ENTAR ANA PERJELAS LAGI.
ASWAJA:definisi terminologi "alam semesta"ATAU istilah "ALAM" mengacu pada semua yang ada selain Allah.
Tidak ada ISTILAH ''luar ALAM'',karena dengan definisi ALAM merujuk pada:segala sesuatu yang ada,selain Allah''.jadi jika seseorang mengklaim bahwa ada 'luar ALAM', SAYA katakan kepadanya: KALAU MENGATAKAN ADA bagian DI
luar ALAM ''bukan Allah'',MAKA itu pasti bagian dari ALAM dengan definisi DI ATAS TADI, jadi bagaimana bisa DIKATAKAN
berada di luar ALAM??!
MAKA Tentu saja, tidak mungkin BAGI Sang Pencipta (ALLAH) berada di dalam atau di luar dunia, karena ALAM tidak memiliki luar,dan Sang
Pencipta tidak ada di suatu
tempat,sebagaimana DIA bukan JISIM/MATERI ATAU tubuh.
Itu sebabnya ULAMA mengatakan bahwa Allah tidak di dalam maupun di luar ALAM.
WAHABI: Skalian dijelasin kang..Tidak diluar alam apakah
sama dgn bahwa alam tak
terbatas..??
ASWAJA: he he,mau lnjutkan
Dunia tidak dapat DIKATAKAN
tanpa batas ATAU tidak
terbatas,karena pada setiap
titik waktu ada BERBAGAI MACAM KEadaAN DAN BENTUK YANG SEMUA ADA PERMULAAN DAN AKHIRAN.,DAN SETIAP YG ADA PERMULAAN PASTI ADA YANG MENGADAKAN DAN MENENTUKAN BENTUKNYA.
JIKA MENGATAKAN TIDAK
TERBATAS,INI AKAN TERJADI
kontradiksi logis DENGAN LOGIKA SAMA yang kita gunakan untuk membuktikan bahwa DUNIA/ALAM ADA PERMULAAN, YAITU ALAM
terbatas dENGAN LINGKUP waktu dan tempat,ITULAH ALAM.

Minggu, 24 April 2011

Aqidah sederhana wahabi

Menurut Wahabi BAHWA secara harfiah ALLAH SWT ADA di atas ARASY tanpa pernah meninggalkannya,DAN SECARA harfiah JUGA ALLAH SELALU BERADA di langit dunia PADA sepertiga malam (karena Bumi itu bulat sehingga sepertiga malam BERGILIR PADA tempat YANG BERBEDA-BEDA.) Di sini TERLIHAT ADA MASALAH YANGJELAS !? Kemudian mereka mengatakan BAHWA ORANG mengatakan Allah ada di ALAM/ciptaan-Nya ,HUKUMNYA KAFIR (PADAHAL langit dunia adalah ALAM di bawah ENAM langit diatasnya) Kemudian,tampaknya BUKAN CUMA ITU SAJA, MEREKA MAKIN menambah kekacauan, beberapa dari mereka mengatakan bahwa ALLAH SWT SECARA harfiah dilangit ketujuh. KEMUDIAN mereka juga mengatakan ALLAH secara harfiah meLIPUTI dunia, namun mereka juga MENGHUKUMI kufur ORANG YANG percaya ALLAH campur dengan ALAM. dalam keyakinan mereka ALLAH meliputi dunia (DI permukaan luar (perbatasan ALAM/ ciptaan) dan di LANGIT pertama (di bawah 6 langit lain), DI SISI LAIN MEREKA MENGHUKUMI kufur ORANG mengatakan ALLAH campur dengan ciptaanNYA. Mungkin kita bisa menyebut KEYAKINAN MEREKA" sebuah KEYAKINAN YANG mengalahkan SISTEM kepercayaan diri"?? KEYAKINAN MEREKA Ini tidak berbeda dengan keyakinan kristen bahwa 1 = 3.

PENJELASAN Di atas menjelaskan TENTANG kekacauan DAN Pertentangan YANG merupakan keyakinan sederhana MEREKA, KITA BISA melihat ADANYA kecenderungan KESAMAAN SIFAT ALLAH terhadap sifat MAHLUK DALAM AQIDAH MEREKA, dan TIDAK bebas dari komplikasi, Namun ketika KITA mencoba untuk menunjukkan kontradiksi dalam apa yang mereka katakan??,mereka berteriak: "KALAM...! Mengapa Anda menggunakan LOGIKA / pikiran?? Mengapa Anda terlibat dalam Filsafat ?! Ini adalah Bidah ! Jika LOGIKA ANDA tidak menemukan semua ITU, maka ada sesuatu yang salah dengan kecenderunga FITRAH !! "DAN LAIN SEBAGAINYA UCAPAN TUDUHAN MEREKA.. ituLAH AKHIR HUJAH MEREKA.
Mereka persis seperti para PEMIMPIN kristen yang mengatakan KEPADA pengikut mereka:"jangan mencampur iman dengan alasan, HANYA KARENA mengikuti FIKIRAN anda!".Tampaknya WAHABI tidak dapat melarikan diri DARI keyakinan YANG bertentangan/ kontradiksi diri.
Percaya KEPADA YANG TERCATAT DALAM TEXT BUKAN BERARTI HARUS mengambil MAKNA secara harfiah. INILAH Perbedaan antara KITA dan MEREKA,bahwa kita percaya KEPADA teks MUTASABIHAT dan tidak ADA MAKNA YANG bertentangan DENGAN TEKS MUHKAMAT..KITA mengatakan bahwa mereka MEMANG percaya pada keesaan Allah, CUMA mereka tidak percaya kepada Allah. Mengapa ???
Karena HAKIKAT ALLAH YANG MenciptA MEREKA TIDAK SEPERTI APA yang mereka sembah..IMAM Fakħruddiin Ar Raaziy berkata: "DALIL memberitahuKAN kita bahwa yang mengatakan Tuhan ITU JISIM MAKA IA kafir KEPADA Tuhan. Alasannya adalah bahwa Allah TUHAN SEMESTA ALAM,Dia bukan LAH JISIM/ MATERI,atau MENempat dalam JISIM /BENDA. Jadi jika Orang percaya bahwa Tuhan adalah JISIM DAN menolak keberadaan NYA YANG non-fisik maka dia telah kafir kepada Allah. Ini berarti ketidak sesuaian antara yang percaya bahwa Tuhan BERUPA JISIM DENGAN monoteis (dalam arti Islam,yaitu bahwa Allah tidak memiliki SEKUTU,TIDAK ADA SESUATU seperti DZAT DAN SIFAT-Nya). tidak HANYA berdasarkan ketidak sepakatan mengenai SIFAT,tetapi tentang DZAT (yaitu identitas satu Ketuhanan.),orang yang percaya bahwa Tuhan adalah JISIM tubuh MAKA HAKIKATNYA TIDAK percaya pada Allah ... "Untuk menggambarkan KEADAAN MEREKA BAHWA PADA HAKIKATNYA MEREKA TIDAK menyembah Allah ADALAH karena Allah bukan dari jenis hal-hal yang memiliki arah atau TERbatasi, realitas-Nya berbeda dari apa pun, GAMBARAN MEREKA (WAHABI) Seperti orang yang berutang UANG KEPADA SEorang yang BERNAMA Zaid, kemudian ketika ia MAU membayar utang, dia membayar KEPADA kucing yang DI NAMAI Zayd.BEGITULAH, BARANG SIAPA MENGATAKAN keyakinan tersebut MERUPAKAN AQIDAH MusliM PADAHAL tidak HAKIKATNYA BUKANLAH AQIDAH MUSLIM, MAKA INI sangat berbahaya...!!
TANYA-JAWAB:
Allah berfirman Dia BERSEMAYAM di atas Arsy. Allah JUGA BERFIRMAN: kata-kata yang baik naik kepada-Nya, JUGA FIRMANNYA: "Apakah Anda tidak takut PADA TUHAN YANG DI DI ATAS
LANGIT ... .."
Demikian juga Allah MENGATAKAN atas lidah Rasul-Nya :"Dia turun ke
langit terendah di bagian terakhir malam", Kami percaya pada DALIL-DALIL
INI karena Kami percaya
bahwa kemampuan Allah tidak setara dengan kemampuan kita.
Jika Dia berada di atas Arsy
maka Dia berada di atas Arasy SEpenuhNYA. Jika Dia turun pada sepertiga malam, MAKA Dia tidak TERIKAT faktor zona tim dan tidak ada satu titik malam PUN KECUALI Dia ADA
di LANGIT terendah. Kami percaya bahwa Allah memiliki kekuasaan untuk TURUN SBGAIMANA yang Dia katakan, karena kami percaya Allah adalah Tuhan kita yang dapat melakukan apapun yang Ia inginkan dan itu adalah keyakinan sunni.

JAWAB: Tampaknya KALIAN tidak dapat melarikan diri DARI keyakinan YANG bertentangan, DAN tidak membuat FEMAHAMAN KALIAN TERLEPAS DARI
kontradiksi-diri. Percaya KEPADA teks YANG tidak HARUS selalu mengambil ARTI secara harfiah. Perbedaan antara kami
dan KALIAN adalah bahwa KAMI percaya KEPADA teks dan bahwa SEMUA TEKS ALQURAN DAN HADIS tidak bertentangan dalam MAKNANYA..

TANYA :Bertakwalah kepada Allah DZAT yang berada di atas ARASY-Nya di atas langit ke-7 dan turun ke
langit terendah pada akhir malam, Semua yang Anda TuduhKAN KEPADA Salafi dinyatakan jelas dalam hadis n Quran. APAKAH Anda
mengejek ALQURAN HADITS??
Mereka TIDAK mengikuti kata hati, TAPI mereka mengikuti APA YANG telah diwahyukan ...!

JAWAB; UCAPAN KALIAN Tidak mengubah fakta bahwa Anda bertentangan
sendiri. Kenapa KALIAN tidak MENERIMA bahwa tidak semua KATA ''di atas'' dapat diambil secara harfiah ?? Dengan mengambil SEMUA AYAT secara harfiah, JUSTRU KALIAN MeNGEjeka Islam DENGAN MENYATAKAN ALQURAN HADIS KONTRADIKSI.
JIKA kalian percaya bahwa Allah adalah di atas dan di dalam ciptaan 'harfiah' SESUAI keagungan-Nya, maka KAMI ingin tahu, apakah KALIAN juga mengatakan bahwa Allah
adalah lebih dekat kepada KALIAN daripada urat LEHER KALIAN ?? KENAPA DALAM masalah AYAT: 'Dia lebih dekat KEPADA KALIAN daripada urat nadi',KALIAN selalu menggunakan Tawil dan mengatakan bahwa ayat ini tidaK dipahami secara harfiah (YAKNI pengetahuanNYA), jadi ADA apa DENGAN Anda?
JUGA Bagaimana dengan ayat: Al-Baqara [2:115]
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﻤﺸﺮﻕ ﻭﺍﻟﻤﻐﺮﺏ ﻓﺄﻳﻨﻤﺎ ﺗﻮﻟﻮﺍ ﻓﺜﻢ ﻭﺟﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﺳﻊ ﻋﻠﻴﻢ
Mengapa KALIAN TDK mengambil ayat ini juga secara harfiah?
KALIAN mengatakan Dia berada di atas ARAS-Nya dan turun ke langit terendah di sepertiga malam, DAN SELALU PADA
sepertiga malam ADA di
suatu tempat ... jadi yang KALIAN katakan Dia terus- menerus BERADA di LANGIT terendah?
atau apakah KALIAN mengatakan Dia terus-menerus naik dan turun? apakah KALIAN mengatakan Dia berada di atas ARAS-Nya di Sydney, tetapi di BERADA DI LANGIT terendah di New York??
BagaimanaNYA tolol KALIAN DENGAN mengatakan bahwa Ia berada di langit YANG Dia ciptakan?
Pernahkah KALIAN bertanya-tanya DImanaKAH Dia sebelum Dia menciptakan langit?
... Dan KETIKA orang-orang WAHABI percaya dengan
sepenuh hati dalam mengambil ARTI ayat secara harfiah, inilah satu
HADIAH untuk WAHABI...DAN pastikan KALIAN ARTIKAN harfiah dan menerapkannya ke
bin baz Wahabi pemimpin
KALIAN dan juga grand mufti Wahabi:
Surah Isra
ﻭﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺃﻋﻤﻰ ﻓﻬﻮ ﻓﻲ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﺃﻋﻤﻰ ﻭﺃﺿﻞ ﺳﺒﻴﻼ 17:72
Terjemahan: DAN BARANG SIAPA yang buta di dunia ini,
MAKA DIA akan buta di akhirat, dan sesat dari jalan KEBENARAN.
Ingat, N0 TawiL!

TANYA: mengapa kalian semua membuang-buang
waktu Anda? mengapa KALIAN pertarungan antara KALIAN untuk membuktikan yang MENANG?
Tidak peduli siapa yang benar dan salah, Allah menghilangkan berkah dari saudara yang berperang
antara satu sama lain.
Allah telah BERFIRMAN: bahwa SURGA untuk orang-orang yang beriman kepadanya, DAN KEPADA semua nabi, semua KITAB, KEpada malaikat, DAN IMAN pada hari penghakiman,IMAN KEPADA ada kehidupan
setelah kematian dan hal
baik atau buruk adalah dari
Allah ....
KITA Semua mengikuti
keyakinan yang sama sehingga BUAT APA kita berjuang kata-kata belaka?
Semoga Allah menuntun kita semua

JAWAB: Kami tidak bertengkar dengan saudara dalam Islam, tetapi dengan jamaah yang menyebut mereka MENYEMBAH "Allah."PADAHAL Mereka menyembah sesuatu
yang lain,TIDAK SAMA DENGAN yang kita
sembah. Cobalah Fahami isu tersebut sebelum Anda berbicara.

TANYA: ohhh yeah ... jadi KALIAN mengatakan bahwa Wahabi tidak percaya KEPADA KE ESAAN Allah SEPERTI YANG KALIAN SEMBAH ..APA yang anda maksud?? ...

JAWAB:OK, Aku tidak pernah
mengatakan bahwa mereka
tidak percaya pada keesaan Allah. KAMI mengatakan mereka
tidak percaya kepada Allah.
Mengapa? Karena Pencipta tidak SEPERTI yang mereka sembah.
FakħruddiinAr-Raaziyy berkata: "DALIL memberitahu kita bahwa
yang mengatakan Tuhan
adalah tubuh MAKA kafir KEPADA TUHAN, Alasannya Allah PENCIPTA, bukan tubuh, FISIK atau MENempat dalam tubuh. Jadi jika orang yang percaya bahwa Tuhan adalah tubuh,JISIM,FISIK,MAKA IA menolak keberadaan non-fisik, maka
ARTINYA dia telah kafir kepada Allah.
Untuk menggambarkan, mereka tidak menyembah Allah, karena Allah adalah bukan jenis hal-hal yang memiliki arah atau TERbatas, realitas-Nya berbeda dari apa pun. BARANG SIAPA mengatakan Allah adalaH sesuatu YANG BERarah DAN BERTEMPAT LALU MENYEMBAHNYA MAKA seperti orang yang berutang uang PADA Zaid, dan kemudian ketika ia ingin membayar utang, dia membayar KEPADA kucing yang disebut Zayd.

TANYA: kita semua muslim
pertama. Di negara KAMI, APAKAH seorang Wahabi, syi'ah atau apa pun ITU TIDAK pentinga coz pertama kita muslim. saya tidak pernah mengatakan
bahwa keyakinan ini salah atau apa pun. Memang benar bahwa TERKADANG beberapa FAHAM mengikuti INTERPRETASI hadis yang
berbeda tetapi semua berakhir pada Allah yang sama tetapi JANGAN karena FEMAHAMAN mereka tentang Allah berarti AllahNYA tidak sama ...!!
kepadaNYA kami kembali ..

JAWAB: Tak ada yang mengatakan bahwa Allah itu berbeda. Apa yang saya ceritakan KEPADA KALIAN adalah bahwa jika SESEORANG menyembah kucing dan menyebutnya Allah, ini tidak berarti bahwa IA menyembah Allah. Itulah sebabnya mengetahui Allah adalah hal yang paling
penting dalam Islam. Tidaklah cukup DENGAN hanya memanggil yang MEREKA sembah DENGAN SEBUTAN"Allah SAJA,"
jadi ketika seseorang memuja JISIM / tubuh, ia BUKAN menyembah Allah,
karena Allah bukanlah JISIM / tubuh. Ini merupakan kesalahan BUKAN hanya dALAM SIFAT tetapi dalam diri DZAT yang disembah. Itulah sebabnya HANYA DENGAN menyebutnya Allah
tidak akan membantu,karena masalah YANG TERpenting adalah apa yang
MEREKA sembah, bukan apa yang MEREKA SEBUT. KARENA alasan ini semua muslim rasional mempertimbangkan STATUS anthropomorphists,
jika MEREKA DENGAN tegas DAN jelas bahwa mereka percaya Allah ada di lokasi.

TANYA: saya kadang-kadang melakukan salat di belakang imam Wahabi dan KITA jangan mencari perbedaan..

JAWAB: Mereka percaya bahwa Allah adalah JISIM / tubuh, yaitu sesuatu YANG ADA ukuran, atau dengan
kata lain ADA di suatu
tempat.

TANYA: Wahhabi bukanlah keyakinan agama atau
kelompok politik, Wahhabi
hanyalah sebuah nama panggilan yang di TUDUHKAN oleh ORANG MENYIMPANG. Muhammad Abdul Wahhab tidak datang DENGAN keyakinan baru atau inovasi apapun namun BELIAU telah
MEMBEBASkan Saudi Arabia dari inovasi syi'ah. Dia telah
mengangkat tentara yang diikuti oleh ribuan imam lain untuk menyingkirkan tradisi SESAT di tanah suci. Selain itu, SEANDAINYA jika
nama imam Anda yusuf, maka mengapa Anda TIDAK menyebut diri DENGAN yusufi?? Dan jika ANDA melihat SANDARAN "Wahabi" adalah Tauhid YANG benar!
DAN MUSLIM adalah ORANG YANG MEmenuhI lima pilar. Dan apa pun konsep
yang mereka miliki tentang Allah ITU dari hadits otentik. Selain ITU ulama Hanafi juga sepakat pada hadits bahwa Allah turun KE langit terendah untuk mendengar
permohonan hambaNYA.

JAWAB: Mereka tidak mencapai lima pilar,
karena salah satu DARI 5 pilar adalah percaya kepada Allah dan Rasul- Nya (ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ). Seseorang yang memuja hal yang BERUPA FISIK besar di luar angkasa adalah pemuja rakasa ruang ANGKASA dan
BUKAN menyembah Allah, Seperti di antara UMAT kristen yang mengatakan Yesus adalah"Allah.". Mereka menyebut Yesus "Allah", tetapi ITU BUKAN, sehingga mereka BUKAN menyembah Allah, bahkan WALAU PUN mereka menyebut apa yang mereka Sembah: INI "Allah." Ini adalah bagian terpenting dari kepercayaan Islam, dan mereka tidak setuju dengan itu. ini BUKAN HAL ringan!
Akhir KATA,para ULAMA MADHAB Ĥanafiy tidak percaya bahwa Allah adalah
sesuatu yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain, atau BERADA di tempat.
Mereka semua diam DARI MEMBAHAS tentang makna hadiith, atau menafsirkan dengan cara yang dapat diterima, seperti mengatakan :bahwa Allah memerintahkan seorang malaikat untuk turun.

TANYA: INI Argumen konyol. Kami tidak MENGATAKAN Allah BERSENTUHAN dengan ruang, Allah tidak bergantung pada ciptaan-Nya. Dia ada sebelum Mencipta ruang. Kami tidak
diperbolehkan untuk mencampur pencipta DENGAN ciptaan-Nya. Allah
tidak tergantung pada segala sesuatu.
Dan Nabi suci mengatakan bahwa Allah DI luar
kemampuan FIKIRAN manusia. Contoh sederhana
adalah bahwa alam, cahaya,
ruang ... semua ciptaan Allah, jika manusia TIDAK memahami ciptaan
Allah, bagaimana dia bisa
memahami pencipta itu sendiri??

JAWAB: Mungkin Anda tidak SEPERTI KE UMUMAN WAHABI, tapi sumber akidah Wahabi YAITU Ibnu Tayimiyyah
tidak sesuai dengan APA YANG Anda KATAKAN,CEK DALAM ARTIKEL IBNU TAEMIYAH VS IBNU TAI-MIYAH. Dalam hal apapun, poin saya adalah bahwa SIAPA PUN yang memiliki keyakinan
SEPERTI YANG TELAH DIJELASKAN,HAKIKATANYA tidak percaya kepada Allah.